<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" article-type="research-article" dtd-version="1.3" xml:lang="en">
  <front>
    <journal-meta>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">JCEMTY</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY)</journal-title>
        <abbrev-journal-title abbrev-type="publisher">JCEMTY</abbrev-journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn pub-type="ppub">2987-5072</issn>
      <issn pub-type="epub">2987-5080</issn>
      <publisher>
        <publisher-name>KHD Production</publisher-name>
      </publisher>
    </journal-meta>
    <article-meta>
      <article-id pub-id-type="publisher-id">278</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">10.53713/jcemty.v3i1.278</article-id>
      <article-categories>
        <subj-group subj-group-type="heading">
          <subject>Community Empowerment Article</subject>
        </subj-group>
      </article-categories>
      <title-group>
        <article-title>Effectiveness of Implementing a Reminder Control Information System Using the SKEDit Program for Diarrhea Patients</article-title>
        <trans-title-group xml:lang="id">
          <trans-title>Efektifitas Penerapan Sistem Informasi Reminder Control Menggunakan Program SKEDit Pada Pasien Diare</trans-title>
        </trans-title-group>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author" corresp="yes">
          <name name-style="western">
            <surname>Basri</surname>
            <given-names>Muhamad Hasan</given-names>
          </name>
          <xref ref-type="aff" rid="aff1">1</xref>
          <xref ref-type="corresp" rid="cor1">*</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author" corresp="no">
          <name name-style="western">
            <surname>Meriroja</surname>
            <given-names>Agus</given-names>
          </name>
          <xref ref-type="aff" rid="aff1">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author" corresp="no">
          <name name-style="western">
            <surname>A’la</surname>
            <given-names>Muhamad Zulfatul</given-names>
          </name>
          <xref ref-type="aff" rid="aff2">2</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author" corresp="no">
          <name name-style="western">
            <surname>Wijaya</surname>
            <given-names>Dodi</given-names>
          </name>
          <xref ref-type="aff" rid="aff2">2</xref>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff1">
        <label>1</label>
        <addr-line>
          <named-content content-type="department">Mahasiswa Magister Keperawatan, Fakultas Keperawatan</named-content>
        </addr-line>
        <institution>Universitas Jember</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff2">
        <label>2</label>
        <addr-line>
          <named-content content-type="department">Fakultas Keperawatan</named-content>
        </addr-line>
        <institution>Universitas Jember</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <author-notes>
        <corresp id="cor1">Muhamad Hasan Basri: <email>habasri86@gmail.com</email></corresp>
      </author-notes>
      <pub-date pub-type="epub">
        <day>12</day>
        <month>05</month>
        <year>2025</year>
      </pub-date>
      <volume>3</volume>
      <issue>1</issue>
      <fpage>68</fpage>
      <lpage>77</lpage>
      <history>
        <date date-type="received">
          <day>14</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
        <date date-type="rev-recd">
          <day>20</day>
          <month>04</month>
          <year>2025</year>
        </date>
        <date date-type="accepted">
          <day>22</day>
          <month>04</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
      <permissions>
        <copyright-statement>© 2025 The Authors</copyright-statement>
        <copyright-year>2025</copyright-year>
        <license license-type="open-access" xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">
          <license-p>This work is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.</license-p>
        </license>
      </permissions>
      <abstract xml:lang="en">
        <p>Diarrhea is one of the main causes of death in the world. Environmental cleanliness, sanitation and access to clean water are still factors that trigger diarrhea, especially in developing countries such as Indonesia. Diarrhea can attack anyone at any time, both adults and children. This Community Service aims to determine the effectiveness of using the control reminder information system for diarrhea patients in increasing repeat visits at the Mayang Community Health Center. The implementation method is carried out by providing health education by providing information about diarrhea through posters, sending health education videos and Control message reminders using the SKEDit Application Program. Evaluation before health education was carried out using SKEDit, customer satisfaction was 67.8% and after health education was carried out using SKEDit, it was 80.1%. Meanwhile, the rate of repeat visits for diarrhea patients after receiving a control reminder increased by 70%. Based on the results of observations, it shows that this Community Service activity is able to increase customer satisfaction and increase repeat visits of diarrhea patients at the Mayang Community Health Center.</p>
      </abstract>
      <trans-abstract xml:lang="id">
        <p>Diare merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Kebersihan lingkungan, sanitasi, dan akses terhadap air bersih masih menjadi faktor pemicu terjadinya diare terutama pada negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Diare dapat menyerang siapapun dan kapanpun baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan sistem informasi pengingat kontrol SKEDit pada pasien diare di Pusat Kesehatan Masyarakat Mayang. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan cara melakukan edukasi kesehatan melalui pemberian informasi tentang diare melalui Poster, pengiriman Vidio edukasi kesehatan dan pengingat pesan Kontrol menggunakan Program Aplikasi SKEDit. Evaluasi sebelum dilakukan edukasi kesehatan menggunakan SKEDit kepuasan pelanggan sebesar 67,8% dan setelah dilakukan edukasi kesehatan menggunakan SKEDit 80,1%. Sedangkan tingkat kunjungan ulang pasien diare setelah mendapatkan reminder kontrol meningkat 75%. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat  ini mampu meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan kunjungan ulang pasien diare di Pusat Kesehatan Masyarakat Mayang.</p>
      </trans-abstract>
      <kwd-group kwd-group-type="author-generated">
        <kwd>information system</kwd>
        <kwd>health education</kwd>
        <kwd>diarrhea</kwd>
        <kwd>SKEDit</kwd>
      </kwd-group>
      <counts>
        <fig-count count="1"/>
        <table-count count="2"/>
        <ref-count count="25"/>
      </counts>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec sec-type="intro">
      <title>PENDAHULUAN</title>
      <p>Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan daerah memegang peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan primer yang komprehensif, meliputi upaya preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif (<xref ref-type="bibr" rid="R21">Saputra et al., 2024</xref>). Dengan pendekatan patient-centered care (PCC), Puskesmas bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor dan optimalisasi sumber daya lokal (<xref ref-type="bibr" rid="R20">Rumintjap et al., 2024</xref>). Keberhasilan Puskesmas ditentukan oleh tata kelola yang efektif, dukungan teknologi informasi, serta adaptasi terhadap dinamika sosial-ekonomi dan epidemiologi penyakit di wilayah kerjanya (<xref ref-type="bibr" rid="R19">Rahman et al., 2024</xref>). Implementasi layanan kesehatan primer yang terintegrasi juga sangat dipengaruhi oleh kesiapan organisasi, kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, serta sistem informasi kesehatan yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data (<xref ref-type="bibr" rid="R3">Aisyah et al., 2024</xref>).</p>
      <p>Salah satu tantangan utama di Puskesmas adalah penanganan penyakit menular, khususnya diare pada balita, yang masih menjadi penyebab signifikan angka kesakitan dan kematian (<xref ref-type="bibr" rid="R22">Unilawati et al., 2024</xref>). Diare tidak hanya mengancam kelangsungan hidup anak, tetapi juga berdampak jangka panjang pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, bahkan berkontribusi terhadap stunting (<xref ref-type="bibr" rid="R4">Apriasih, 2021</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="R18">Putri et al., 2024</xref>). Puskesmas Mayang, Kabupaten Jember, mencatat tingginya kejadian diare yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku, dan status gizi, sehingga diperlukan intervensi inovatif untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit (P2M). Bukti global terbaru menunjukkan bahwa gangguan pertumbuhan anak, termasuk stunting, memiliki hubungan erat dengan peningkatan kerentanan terhadap penyakit infeksi seperti diare, sehingga penguatan layanan primer menjadi komponen penting dalam strategi pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan anak (<xref ref-type="bibr" rid="R11">GBD 2023 Child Growth Failure Collaborators, 2026</xref>).</p>
      <p>Penyebab diare melibatkan kompleksitas faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup praktik pemberian ASI eksklusif yang rendah, pengetahuan ibu tentang higiene yang minim, serta kebersihan personal yang kurang (<xref ref-type="bibr" rid="R17">Pebriani et al., 2022</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="R24">Wiliyanarti et al., 2024</xref>). Sementara itu, faktor eksternal seperti akses air bersih, sanitasi lingkungan, pendidikan ibu, dan kondisi ekonomi keluarga turut memperparah risiko. Di negara berkembang, termasuk Indonesia, ketimpangan infrastruktur dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam memutus rantai penyebaran penyakit diare (<xref ref-type="bibr" rid="R16">Pawitra et al., 2025</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="R12">Maulani et al., 2024</xref>).</p>
      <p>Dinas Kesehatan Kabupaten Jember telah merumuskan strategi P2M diare melalui tiga pilar utama: layanan diare pada balita, distribusi oralit dan zink, serta aktivitas rehidrasi oral aktif. Upaya preventif dilakukan melalui promosi kesehatan, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penguatan sanitasi. Namun, implementasi edukasi kesehatan di ruang rawat inap masih terkendala alur prosedur yang tidak terstruktur, kurangnya media digital, serta absennya sistem pengingat kunjungan ulang, sehingga dampaknya belum optimal (<xref ref-type="bibr" rid="R10">Fitriani &amp; Setiana, 2024</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="R2">Afandi et al., 2023</xref>).</p>
      <p>Kondisi tersebut memicu perlunya inovasi berbasis teknologi informasi untuk mengoptimalkan komunikasi dan koordinasi dalam penanganan diare. Sistem Reminder Kontrol Edukasi Berbasis Teknologi Informasi (SKEDit) dirancang sebagai solusi untuk mengirim pesan edukasi kesehatan secara otomatis, memberikan pengingat jadwal kontrol, serta menyediakan platform informasi digital bagi pasien dan keluarga. Integrasi sistem ini diharapkan mampu menutupi kelemahan metode konvensional sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam program P2M (<xref ref-type="bibr" rid="R5">Ariati et al., 2024</xref>). Pemanfaatan intervensi digital berupa edukasi dan sistem pengingat berbasis teknologi telah terbukti meningkatkan keterlibatan pengguna layanan kesehatan melalui peningkatan akses informasi, penguatan komunikasi kesehatan, serta dukungan terhadap kepatuhan terhadap layanan medis (<xref ref-type="bibr" rid="R7">Chandeying &amp; Thongseiratch, 2023</xref>).</p>
      <p>Pemanfaatan teknologi informasi dalam edukasi kesehatan memiliki potensi besar untuk mengatasi keterbatasan geografis dan waktu, terutama di daerah dengan akses internet yang semakin luas. SKEDit akan dikembangkan dengan fitur pesan singkat (SMS), aplikasi mobile, dan dashboard manajemen data untuk memantau kepatuhan pasien dalam menjalani kontrol. Pendekatan ini selaras dengan transformasi digital sektor kesehatan nasional yang menitikberatkan pada efisiensi, akurasi, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan (<xref ref-type="bibr" rid="R8">Dahoklory et al., 2023</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="R25">Wiliyanarti et al., 2023</xref>). Implementasi teknologi kesehatan berbasis pesan digital juga menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kepatuhan pasien melalui pengingat otomatis dan penyampaian edukasi kesehatan secara berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat hubungan antara pasien dan penyedia layanan kesehatan (<xref ref-type="bibr" rid="R6">Belete et al., 2023</xref>).</p>
      <p>Inisiatif ini juga bermaksud memperkuat kapasitas Puskesmas Mayang dalam mencapai target RPJMN terkait penurunan angka stunting dan penyakit diare. Dengan SKEDit, petugas medis dapat fokus pada intervensi langsung sambil mempercayakan fungsi administratif dan edukasi kepada sistem digital. Selain itu, data hasil monitoring akan menjadi dasar evaluasi program dan perencanaan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran (<xref ref-type="bibr" rid="R8">Dahoklory et al., 2023</xref>).</p>
      <p>Penerapan sistem teknologi informasi di fasilitas kesehatan primer memerlukan pemetaan kebutuhan pengguna, pelatihan SDM, serta sosialisasi kepada masyarakat. Tanpa dukungan partisipasi aktif dari semua pihak, risiko ketidakpahaman atau resistensi terhadap perubahan teknologi dapat menghambat adopsi sistem. Oleh karena itu, tahap awal pengabdian ini akan difokuskan pada identifikasi kendala operasional dan uji coba prototipe SKEDit bersama stakeholder terkait (<xref ref-type="bibr" rid="R14">Muhajir et al., 2023</xref>).</p>
      <p>Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan sistem SKEDit di Puskesmas Mayang, sekaligus mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kepatuhan kontrol pasien dengan diare serta cakupan edukasi kesehatan. Hasilnya diharapkan menjadi model penguatan program P2M yang dapat direplikasi di puskesmas lain dengan masalah serupa.</p>
    </sec>
    <sec sec-type="methods">
      <title>METODE PELAKSANAAN</title>
      <p>Pengimplementasian Aplikasi SKEDit kedalam Whatshap bertujuan untuk mengirimkan pengingat pesan kontrol secara otomatis kepada pasien diare sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan jangkauan informasi dari layanan kesehatan ke pasien yang ada dirumah serta meningkatkan kepuasan pasien. Pelaksanaan kegiatan ini atas dasar Pengabdian Masyakat menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Teknik pengumpulan data menggunakan forum diskusi, kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan sebanyak 8 pasien pasca keluar dari rumah sakit dengan diagnosis diare.  Pengabdian masyarakat ini telah dinyatakan lulus uji etik oleh Fakultas Keperawatan, Universitas Jember, sebagai bentuk pemenuhan prinsip-prinsip penelitian dan pelayanan yang beretika, bertanggung jawab, serta menghormati hak, keselamatan, dan kesejahteraan peserta. Pengujian etik ini memastikan bahwa seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan secara transparan, menjunjung tinggi integritas akademik dan profesionalisme, sekaligus menjadi dasar yang kuat untuk implementasi program yang optimal dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.</p>
      <p>Langkah-langkah pelaksanaan PKM ini di antaranya sebagai berikut:</p>
      <p>Pengambilan data awal dari fenomena dan masalah yang ada di lapangan/tempat kegiatan</p>
      <p>Forum Grup Diskusi (FGD)</p>
      <p>Pelaksanaan PKM</p>
      <p>Penyusunan laporan</p>
      <p>Evaluasi</p>
      <p>Publikasi</p>
      <p>Adapun alur penerapan reminder kontrol seperti tampak pada bagan di bawah ini.</p>
      <p>See <xref ref-type="fig" rid="fig1">Figure 1</xref> in the Figures section.</p>
      <fig id="fig1" position="float">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Alur Penerapan Reminder Kontrol</title>
        </caption>
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="https://journalkhd.com/ojs/index.php/jcemty/article/download/278/620/4952" xlink:type="simple"/>
      </fig>
    </sec>
    <sec sec-type="results">
      <title>HASIL DAN PEMBAHASAN</title>
      <p>Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan di Ruang Rawat Inap Puskesmas Mayang dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) untuk memahami permasalahan penyakit diare dan memberikan perubahan positif dengan melibatkan serta memberdayakan pasien dan keluarganya melalui sistem informasi pengingat pesan kontrol yang dikirimkan secara otomatis kepada pasien setelah pulang dari Puskesmas. Kegiatan ini dimulai dengan forum diskusi bersama pasien dan keluarga untuk menggali pemahaman tentang penyakit diare serta permasalahan yang dihadapi pasien setelah pulang dari Puskesmas. Dari hasil penggalian data, didapatkan informasi bahwa pasien jarang melakukan kontrol setelah pulang dan beranggapan bahwa kontrol tidak penting karena sudah sembuh.</p>
      <p>Hasil analisis data yang diperoleh dari pengamatan fenomena di lapangan dan forum diskusi dengan pasien dan keluarga menunjukkan bahwa diperlukan sebuah pengingat pesan untuk mengingatkan pasien agar mau dan bersedia untuk kontrol. Untuk itu, diperlukan program inovasi yang sederhana dan mampu menjangkau semua kalangan, sehingga diputuskan untuk mengambil program Inovasi Sistem Informasi pengingat kontrol pasien diare. Sistem ini akan mengirimkan pesan pengingat otomatis ke WhatsApp pasien melalui aplikasi SKEDit. Penggunaan SKEDit di dunia kesehatan, salah satunya, dapat digunakan sebagai sistem informasi edukasi kesehatan berbasis online. Implementasi TeleHealth menggunakan SKEDit efektif dan dapat direkomendasikan untuk mendukung metode pendidikan kesehatan, namun perlu didukung oleh kepatuhan pasien yang baik (<xref ref-type="bibr" rid="R1">Abidin &amp; Riana, 2021</xref>).</p>
      <p>Media WhatsApp digunakan karena sebagian masyarakat Mayang sudah memiliki HP Android dan sudah menggunakan WhatsApp sebagai media komunikasi sehari-hari, sehingga lebih efisien dan efektif. Selain melibatkan pasien dan keluarganya, penentuan program juga melibatkan pimpinan Puskesmas, penanggung jawab program pencegahan dan pengendalian penyakit menular, koordinator sanitarian, koordinator ruang rawat inap, serta beberapa pihak terkait lainnya.</p>
      <p>Pelaksanaan program inovasi diawali dengan uji coba kepada petugas/perawat ruang rawat inap pada tanggal 30 September 2024. Sebelum uji coba dilakukan, petugas yang ditunjuk sebagai admin aplikasi SKEDit diberikan pelatihan mengenai penggunaan aplikasi, mulai dari pengenalan fitur hingga cara mengirim pesan otomatis melalui WhatsApp kepada pasien. Tahapan penggunaan aplikasi SKEDit meliputi pendaftaran pasien, pemberian penjelasan dan pengisian informed consent, penyimpanan nomor WhatsApp pasien, membuka aplikasi SKEDit, memilih menu tambah, menentukan kontak penerima pesan, mengatur waktu pengiriman, memilih jenis informasi yang akan dikirim seperti pesan singkat, video, atau poster, kemudian mengirimkan pesan otomatis kepada pasien melalui WhatsApp.</p>
      <p>Pelatihan bagi perawat sebagai admin berjalan lancar. Selanjutnya, pada 1 Oktober 2024 dilakukan uji coba program inovasi kepada perawat di ruang rawat inap. Perawat yang bertugas sebagai admin program inovasi pengingat kontrol otomatis mengirimkan pesan singkat berupa pengingat kontrol kepada perawat di ruang rawat inap. Selain mengirimkan pesan singkat, admin juga mengirimkan video dan poster edukasi kesehatan. Kegiatan uji coba ini berjalan lancar, diikuti oleh tiga perawat rawat inap dan dua dokter umum. Ada sedikit kendala terkait pengaturan waktu untuk mengirim pesan. Dengan kerja sama dan bantuan tenaga Sistem Informasi Puskesmas, akhirnya setting timer pengiriman dapat diselesaikan.</p>
      <p>Implementasi sistem informasi pengingat pesan otomatis dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 01 – 03 Oktober 2024. Selama implementasi, admin program mencatat ada 8 pasien yang diberikan informasi edukasi kesehatan berupa pengingat pesan kontrol. Dari delapan orang tersebut, berdasarkan notifikasi di aplikasi SKEDit, pengiriman pesan berjalan lancar; terdapat laporan bahwa 6 pesan terkirim dan 2 pesan masih dalam proses. Akan tetapi, sekitar 1 jam setelah pengiriman  terdapat notif bahwa dua pesan telah terkirim. Berdasarkan data temuan sementara, sinyal pengguna/pasien lemah atau pasien berada di area yang jauh.</p>
      <p>Tahap selanjutnya adalah evaluasi, yang dilaksanakan pada hari Jumat, 4 Oktober 2024. Pada tahap ini, kami melakukan evaluasi terhadap implementasi program, menilai jumlah kunjungan kontrol, serta kepuasan pasien terhadap layanan inovasi sistem informasi edukasi kesehatan berupa pengingat pesan kepada pasien dengan diare. Evaluasi terhadap implementasi program secara umum berjalan lancar, namun juga terdapat sedikit hambatan, di antaranya hambatan sinyal, hambatan dari segi sumber daya manusia, dan hambatan dari segi keberlanjutan program karena aplikasi program SKEDit ini berbayar.</p>
      <p><xref ref-type="table" rid="table1">Tabel 1</xref> menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi kesehatan, kepuasan pasien terhadap layanan mencapai 67,8%. Setelah diberikan edukasi kesehatan dan pengingat kontrol, kepuasan pasien meningkat menjadi 80,1%. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin baik pelayanan/mutu pelayanan, semakin tinggi angka kepuasan pasien.</p>
      <p>Edukasi Kesehatan Reminder Kontrol (N=8)</p>
      <p>See <xref ref-type="table" rid="table1">Table 1</xref> for the detailed data presented below.</p>
      <table-wrap id="table1" position="float">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Distribusi Frekuensi Kepuasan Pasien Sebelum dan Setelah</title>
        </caption>
        <table>
          <thead>
            <tr>
              <th rowspan="2">Kepuasan</th>
              <th colspan="2">Pre-Test</th>
              <th colspan="2">Post-Test</th>
            </tr>
          </thead>
          <tbody>
            <tr>
              <td>n</td>
              <td>%</td>
              <td>n</td>
              <td>%</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>Puas</td>
              <td>5</td>
              <td>67,8</td>
              <td>6</td>
              <td>80,1</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>Tidak Puas</td>
              <td>3</td>
              <td>32,2</td>
              <td>2</td>
              <td>19,9</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Berdasarkan <xref ref-type="table" rid="table2">Tabel 2</xref>, implementasi sistem informasi reminder kontrol menggunakan aplikasi SKEDit menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat primer. Tahapan kegiatan yang dimulai dari identifikasi masalah, pelatihan tenaga kesehatan, uji coba sistem, hingga implementasi pada pasien berjalan secara sistematis. Penggunaan WhatsApp sebagai media pengiriman reminder memberikan kemudahan bagi pasien karena sesuai dengan kebiasaan komunikasi sehari-hari masyarakat. Meskipun masih ditemukan kendala seperti pengaturan waktu pengiriman dan keterbatasan jaringan, sistem tetap mampu berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif berupa peningkatan kepuasan pasien dan kepatuhan dalam melakukan kontrol ulang. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi sederhana dapat menjadi strategi yang efektif untuk memperkuat edukasi kesehatan dan meningkatkan keterlibatan pasien dalam proses perawatan yang berkelanjutan.</p>
      <p>See <xref ref-type="table" rid="table2">Table 2</xref> for the detailed data presented below.</p>
      <table-wrap id="table2" position="float">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Tahapan Implementasi Sistem Informasi Reminder Kontrol Menggunakan SKEDit</title>
        </caption>
        <table>
          <thead>
            <tr>
              <th>Tahapan Implementasi</th>
              <th>Kegiatan yang Dilakukan</th>
              <th>Pelaksana</th>
              <th>Hasil Pelaksanaan</th>
            </tr>
          </thead>
          <tbody>
            <tr>
              <td>Persiapan program</td>
              <td>Identifikasi masalah pasien diare melalui observasi lapangan dan Forum Group Discussion (FGD) bersama pasien, keluarga, dan pihak Puskesmas</td>
              <td>Tim pengabdian, pasien, keluarga, tenaga kesehatan</td>
              <td>Ditemukan masalah rendahnya kepatuhan pasien melakukan kontrol setelah pulang dari Puskesmas</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>Sosialisasi dan pelatihan</td>
              <td>Pengenalan aplikasi SKEDit kepada tenaga kesehatan sebagai admin sistem serta pelatihan cara mengatur pengiriman pesan otomatis</td>
              <td>Tim pengabdian dan perawat admin</td>
              <td>Petugas memahami penggunaan aplikasi dan mekanisme pengiriman pesan reminder</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>Uji coba sistem</td>
              <td>Pengiriman pesan pengingat kontrol kepada petugas kesehatan untuk memastikan fungsi aplikasi berjalan dengan baik</td>
              <td>Admin SKEDit , perawat, dokter</td>
              <td>Sistem berjalan dengan baik, namun terdapat kendala awal pada pengaturan waktu pengiriman pesan</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>Implementasi kepada pasien</td>
              <td>Pendaftaran pasien, pengisian informed consent , penyimpanan nomor WhatsApp , serta pengiriman pesan edukasi berupa teks, video, dan poster kesehatan</td>
              <td>Admin program SKEDit</td>
              <td>Pesan edukasi dan reminder berhasil dikirim kepada pasien diare</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>Evaluasi program</td>
              <td>Penilaian kepuasan pasien dan kepatuhan kunjungan ulang setelah menerima reminder kontrol</td>
              <td>Tim pengabdian dan pasien</td>
              <td>Terjadi peningkatan kepuasan pasien menjadi 80,1% dan kunjungan ulang mencapai 75%</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Penerapan sistem informasi reminder kontrol melalui WhatsApp menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan di Puskesmas Mayang. Sebelum intervensi, tingkat kepuasan pasien hanya mencapai 67,8%, namun setelah pemberian edukasi dan pengingat otomatis, angka tersebut meningkat menjadi 80,1%. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam komunikasi dan koordinasi pascapulang, berdampak langsung pada persepsi dan kepuasan pasien. Ketika pasien merasa lebih terinformasi dan didampingi secara kontinu, mereka cenderung memberikan penilaian positif terhadap kualitas layanan yang diterima (<xref ref-type="bibr" rid="R23">Wahyuni &amp; Erlianti, 2024</xref>).</p>
      <p>Efektivitas sistem SKEDit juga terlihat dari tingkat kepatuhan pasien dalam melakukan kontrol ulang. Dari delapan pasien yang menerima pesan pengingat, sebanyak enam orang (75%) datang kembali sesuai jadwal 3 hari setelah pulang. Angka ini membuktikan bahwa penggunaan teknologi informasi sebagai alat pengingat berhasil meningkatkan keteraturan kunjungan pasien, yang merupakan indikator penting dalam evaluasi kesembuhan dan pencegahan komplikasi diare. Tanpa sistem ini, banyak pasien cenderung lalai atau tidak memahami pentingnya kontrol lanjutan, sehingga berisiko meningkatkan kekambuhan dan beban penyakit (<xref ref-type="bibr" rid="R13">Minasari et al., 2022</xref>).</p>
      <p>Inovasi SKEDit turut berkontribusi dalam membangun budaya literasi digital di lingkungan puskesmas. Dengan melibatkan perawat, pasien, dan keluarga dalam penggunaan aplikasi berbasis teknologi, program ini mendorong penguasaan keterampilan digital sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer. Perawat belajar mengintegrasikan teknologi dalam proses edukasi, sementara pasien dan keluarga mendapatkan akses informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami. Upaya ini sejalan dengan agenda nasional untuk meningkatkan inklusi digital di sektor kesehatan, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia (<xref ref-type="bibr" rid="R9">Faida &amp; Angesti, 2023</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="R15">Munawaroh &amp; Permanasari, 2023</xref>).</p>
      <p>Teknologi informasi kesehatan seperti SKEDit ternyata tidak hanya meningkatkan efisiensi administratif, tetapi juga memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam manajemen kesehatan. Melalui pesan teks, video edukasi, atau panduan digital, pasien lebih mudah memahami langkah-langkah pencegahan diare, pengelolaan nutrisi, serta pentingnya sanitasi lingkungan. Keterlibatan ini menciptakan hubungan timbal balik antara petugas kesehatan dan masyarakat, sehingga pasien tidak lagi menjadi objek layanan pasif, melainkan subjek yang proaktif dalam menjaga kesehatan keluarganya.</p>
      <p>Meski hasil menunjukkan dampak positif, implementasi sistem ini masih memerlukan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan adaptabilitas dan keberlanjutan program. Faktor-faktor seperti ketersediaan jaringan internet, kemampuan teknis tenaga kesehatan, serta variasi kondisi sosial ekonomi masyarakat perlu dipertimbangkan dalam pengembangan tahap lanjut. Dengan optimalisasi kolaborasi antar-stakeholder dan pelatihan rutin bagi petugas puskesmas, SKEDit berpotensi menjadi model intervensi scalable yang dapat direplikasi di wilayah lain guna mendukung target penurunan angka stunting dan penyakit diare di Indonesia.</p>
    </sec>
    <sec sec-type="conclusions">
      <title>SIMPULAN DAN SARAN</title>
      <p>Puskesmas berperan dalam menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan perseorangan dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif. Edukasi kesehatan melalui pengingat kontrol berbasis teknologi informasi menggunakan program SKEDit dapat menjadi inovasi untuk meningkatkan promosi kesehatan, kepuasan pasien, dan kepatuhan terhadap kunjungan ulang. Inovasi ini dapat dikembangkan lebih luas pada pasien rawat jalan dengan penyakit tidak menular untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan dalam menjalani kontrol kesehatan.</p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <glossary>
      <title>Glossary</title>
      <def-list>
        <def-item>
          <term>JCEMTY</term>
          <def>
            <p>Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary</p>
          </def>
        </def-item>
        <def-item>
          <term>PHBS</term>
          <def>
            <p>perilaku hidup bersih dan sehat</p>
          </def>
        </def-item>
        <def-item>
          <term>PAR</term>
          <def>
            <p>Participatory Action Research</p>
          </def>
        </def-item>
        <def-item>
          <term>FGD</term>
          <def>
            <p>Forum Grup Diskusi</p>
          </def>
        </def-item>
      </def-list>
    </glossary>
    <ref-list>
      <title>References</title>
      <ref id="R1">
        <label>1</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Abidin</surname>
              <given-names>K. R.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Riana</surname>
              <given-names>E</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Implementation of telehealth using SKEDit for protein diet education for diabetes patients</article-title>
          <source>Media Keperawatan Indonesia</source>
          <year>2021</year>
          <volume>4</volume>
          <issue>4</issue>
          <fpage>277</fpage>
          <lpage>284</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.26714/mki.4.4.2021.277-284</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.26714/mki.4.4.2021.277-284">https://doi.org/10.26714/mki.4.4.2021.277-284</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Abidin, K. R., &amp; Riana, E. (2021). Implementation of telehealth using SKEDit for protein diet education for diabetes patients. Media Keperawatan Indonesia, 4(4), 277–284. https://doi.org/10.26714/mki.4.4.2021.277-284</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R2">
        <label>2</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Afandi</surname>
              <given-names>A.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Nur</surname>
              <given-names>K. R. M.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Kurniawan</surname>
              <given-names>D. E.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Kurniyawan</surname>
              <given-names>E. H</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Clean and healthy living behavior (washing hands with soap) with a peer group support approach to the community</article-title>
          <source>International Journal of Community Services</source>
          <year>2023</year>
          <volume>1</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>22</fpage>
          <lpage>27</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.61777/injcs.v1i1.7</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.61777/injcs.v1i1.7">https://doi.org/10.61777/injcs.v1i1.7</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Afandi, A., Nur, K. R. M., Kurniawan, D. E., &amp; Kurniyawan, E. H. (2023). Clean and healthy living behavior (washing hands with soap) with a peer group support approach to the community. International Journal of Community Services, 1(1), 22–27. https://doi.org/10.61777/injcs.v1i1.7</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R3">
        <label>3</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Aisyah</surname>
              <given-names>D. N.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Setiawan</surname>
              <given-names>A. H.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Lokopessy</surname>
              <given-names>A. F.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Faradiba</surname>
              <given-names>N.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Setiaji</surname>
              <given-names>S.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Manikam</surname>
              <given-names>L.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Kozlakidis</surname>
              <given-names>Z</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>The information and communication technology maturity assessment at primary health care services across 9 provinces in Indonesia: Evaluation study</article-title>
          <source>JMIR Medical Informatics</source>
          <year>2024</year>
          <volume>12</volume>
          <elocation-id>e55959</elocation-id>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.2196/55959</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.2196/55959">https://doi.org/10.2196/55959</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Aisyah, D. N., Setiawan, A. H., Lokopessy, A. F., Faradiba, N., Setiaji, S., Manikam, L., &amp; Kozlakidis, Z. (2024). The information and communication technology maturity assessment at primary health care services across 9 provinces in Indonesia: Evaluation study. JMIR Medical Informatics, 12, e55959. https://doi.org/10.2196/55959</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R4">
        <label>4</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Apriasih</surname>
              <given-names>H.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>ST</surname>
              <given-names>S</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Penyuluhan pada ibu balita tentang pertolongan pertama pada balita sakit di Desa Cikunir wilayah kerja Puskesmas Singaparna Kab. Tasikmalaya tahun 2021 [Education for mothers of toddlers on first aid for sick toddlers in Cikunir Village, Singaparna Health Center working area, Tasikmalaya Regency, 2021]</article-title>
          <source>Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya</source>
          <year>2021</year>
          <volume>3</volume>
          <issue>2</issue>
          <fpage>45</fpage>
          <lpage>54</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.48186/arsvs122</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.48186/arsvs122">https://doi.org/10.48186/arsvs122</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Apriasih, H., &amp; ST, S. (2021). Penyuluhan pada ibu balita tentang pertolongan pertama pada balita sakit di Desa Cikunir wilayah kerja Puskesmas Singaparna Kab. Tasikmalaya tahun 2021 [Education for mothers of toddlers on first aid for sick toddlers in Cikunir Village, Singaparna Health Center working area, Tasikmalaya Regency, 2021]. Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya, 3(2), 45–54. https://doi.org/10.48186/arsvs122</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R5">
        <label>5</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Ariati</surname>
              <given-names>N.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Coyanda</surname>
              <given-names>J. R.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Antony</surname>
              <given-names>F</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Sistem informasi reminder pasien penyakit kronis dan imunisasi menggunakan WhatsApp Gateway: Chronic disease and vaccination reminder system with WhatsApp Gateway</article-title>
          <source>MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science</source>
          <year>2024</year>
          <volume>4</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>198</fpage>
          <lpage>204</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.57152/malcom.v4i1.1051</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.57152/malcom.v4i1.1051">https://doi.org/10.57152/malcom.v4i1.1051</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Ariati, N., Coyanda, J. R., &amp; Antony, F. (2024). Sistem informasi reminder pasien penyakit kronis dan imunisasi menggunakan WhatsApp Gateway: Chronic disease and vaccination reminder system with WhatsApp Gateway. MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science, 4(1), 198–204. https://doi.org/10.57152/malcom.v4i1.1051</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R6">
        <label>6</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Belete</surname>
              <given-names>A. M.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Gemeda</surname>
              <given-names>B. N.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Akalu</surname>
              <given-names>T. Y.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Aynalem</surname>
              <given-names>Y. A.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Shiferaw</surname>
              <given-names>W. S</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>What is the effect of mobile phone text message reminders on medication adherence among adult type 2 diabetes mellitus patients: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials</article-title>
          <source>BMC Endocrine Disorders</source>
          <year>2023</year>
          <volume>23</volume>
          <page-range>Article 18</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1186/s12902-023-01268-8</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.1186/s12902-023-01268-8">https://doi.org/10.1186/s12902-023-01268-8</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Belete, A. M., Gemeda, B. N., Akalu, T. Y., Aynalem, Y. A., &amp; Shiferaw, W. S. (2023). What is the effect of mobile phone text message reminders on medication adherence among adult type 2 diabetes mellitus patients: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. BMC Endocrine Disorders, 23, Article 18. https://doi.org/10.1186/s12902-023-01268-8</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R7">
        <label>7</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Chandeying</surname>
              <given-names>N.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Thongseiratch</surname>
              <given-names>T</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Systematic review and meta-analysis comparing educational and reminder digital interventions for promoting HPV vaccination uptake</article-title>
          <source>npj Digital Medicine</source>
          <year>2023</year>
          <volume>6</volume>
          <page-range>Article 162</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1038/s41746-023-00912-w</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.1038/s41746-023-00912-w">https://doi.org/10.1038/s41746-023-00912-w</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Chandeying, N., &amp; Thongseiratch, T. (2023). Systematic review and meta-analysis comparing educational and reminder digital interventions for promoting HPV vaccination uptake. npj Digital Medicine, 6, Article 162. https://doi.org/10.1038/s41746-023-00912-w</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R8">
        <label>8</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Dahoklory</surname>
              <given-names>D. F.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Haryanto</surname>
              <given-names>J.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Indarwati</surname>
              <given-names>R</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengembangan aplikasi medication reminder kontrol berbasis Android bagi keluarga untuk program pengobatan pasien kusta [Development of an Android-based medication reminder application for families supporting leprosy treatment]</article-title>
          <source>Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan</source>
          <year>2023</year>
          <volume>11</volume>
          <issue>2</issue>
          <fpage>311</fpage>
          <lpage>325</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33366/jc.v11i2.4155</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.33366/jc.v11i2.4155">https://doi.org/10.33366/jc.v11i2.4155</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Dahoklory, D. F., Haryanto, J., &amp; Indarwati, R. (2023). Pengembangan aplikasi medication reminder kontrol berbasis Android bagi keluarga untuk program pengobatan pasien kusta [Development of an Android-based medication reminder application for families supporting leprosy treatment]. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 11(2), 311–325. https://doi.org/10.33366/jc.v11i2.4155</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R9">
        <label>9</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Faida</surname>
              <given-names>E.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Angesti</surname>
              <given-names>D</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Readiness of medical recording and health information education institutions in the digital transformation era of UTAUT based: Kesiapan institusi pendidikan perekam medis dan informasi kesehatan era transformasi digital berbasis UTAUT</article-title>
          <source>Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY)</source>
          <year>2023</year>
          <volume>1</volume>
          <issue>2</issue>
          <fpage>90</fpage>
          <lpage>103</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.53713/jcemty.v1i2.91</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.53713/jcemty.v1i2.91">https://doi.org/10.53713/jcemty.v1i2.91</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Faida, E., &amp; Angesti, D. (2023). Readiness of medical recording and health information education institutions in the digital transformation era of UTAUT based: Kesiapan institusi pendidikan perekam medis dan informasi kesehatan era transformasi digital berbasis UTAUT. Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY), 1(2), 90–103. https://doi.org/10.53713/jcemty.v1i2.91</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R10">
        <label>10</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Fitriani</surname>
              <given-names>R.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Setiana</surname>
              <given-names>E. M</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Menjaga kesehatan santri: Upaya PHBS sebagai pencegahan diare di lingkungan pondok pesantren [Maintaining students’ health: Clean and healthy living behavior as a diarrhea prevention effort in Islamic boarding schools]</article-title>
          <source>Jurnal Lentera</source>
          <year>2024</year>
          <volume>4</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>36</fpage>
          <lpage>49</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.57267/lentera.v4i1.323</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.57267/lentera.v4i1.323">https://doi.org/10.57267/lentera.v4i1.323</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Fitriani, R., &amp; Setiana, E. M. (2024). Menjaga kesehatan santri: Upaya PHBS sebagai pencegahan diare di lingkungan pondok pesantren [Maintaining students’ health: Clean and healthy living behavior as a diarrhea prevention effort in Islamic boarding schools]. Jurnal Lentera, 4(1), 36–49. https://doi.org/10.57267/lentera.v4i1.323</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R11">
        <label>11</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>GBD 2023 Child Growth Failure Collaborators</collab>
          </person-group>
          <article-title>Quantifying the fatal and non-fatal burden of disease associated with child growth failure, 2000–2023: A systematic analysis from the Global Burden of Disease Study 2023</article-title>
          <source>The Lancet Child &amp; Adolescent Health</source>
          <year>2026</year>
          <volume>10</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>22–38.)00303-7</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1016/S2352-4642(25</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.1016/S2352-4642(25">https://doi.org/10.1016/S2352-4642(25</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>GBD 2023 Child Growth Failure Collaborators. (2026). Quantifying the fatal and non-fatal burden of disease associated with child growth failure, 2000–2023: A systematic analysis from the Global Burden of Disease Study 2023. The Lancet Child &amp; Adolescent Health, 10(1), 22–38. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(25)00303-7</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R12">
        <label>12</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Maulani</surname>
              <given-names>D.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Febiocti</surname>
              <given-names>R. Y.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Zazila</surname>
              <given-names>F. I.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Abu Bakar</surname>
              <given-names>M.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Artika</surname>
              <given-names>Y. A. P</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Education of diarrhea in toddlers treatment for moms in Kalisat Village, Jember Regency: Edukasi penanganan diare pada balita kepada ibu-ibu di Desa Kalisat, Kabupaten Jember</article-title>
          <source>Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY)</source>
          <year>2024</year>
          <volume>2</volume>
          <issue>2</issue>
          <fpage>116</fpage>
          <lpage>121</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.53713/jcemty.v2i2.265</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.53713/jcemty.v2i2.265">https://doi.org/10.53713/jcemty.v2i2.265</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Maulani, D., Febiocti, R. Y., Zazila, F. I., Abu Bakar, M., &amp; Artika, Y. A. P. (2024). Education of diarrhea in toddlers treatment for moms in Kalisat Village, Jember Regency: Edukasi penanganan diare pada balita kepada ibu-ibu di Desa Kalisat, Kabupaten Jember. Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY), 2(2), 116–121. https://doi.org/10.53713/jcemty.v2i2.265</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R13">
        <label>13</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Minasari</surname>
              <given-names>S.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Azam</surname>
              <given-names>M.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Rahayu</surname>
              <given-names>S. R</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengembangan aplikasi monitoring penyakit hipertensi dan diabetes mellitus terintegrasi [Development of an integrated monitoring application for hypertension and diabetes mellitus]</article-title>
          <source>Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia</source>
          <year>2022</year>
          <volume>10</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>28</fpage>
          <lpage>42</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.14710/jmki.10.1.2022.28-42</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.14710/jmki.10.1.2022.28-42">https://doi.org/10.14710/jmki.10.1.2022.28-42</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Minasari, S., Azam, M., &amp; Rahayu, S. R. (2022). Pengembangan aplikasi monitoring penyakit hipertensi dan diabetes mellitus terintegrasi [Development of an integrated monitoring application for hypertension and diabetes mellitus]. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 10(1), 28–42. https://doi.org/10.14710/jmki.10.1.2022.28-42</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R14">
        <label>14</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Muhajir</surname>
              <given-names>M.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Akib</surname>
              <given-names>H.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Niswaty</surname>
              <given-names>R</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Transformasi digital pada Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng [Digital transformation at Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Regional General Hospital, Bantaeng Regency]</article-title>
          <source>Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat</source>
          <year>2023</year>
          <volume>3</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>129</fpage>
          <lpage>139</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.25008/altifani.v3i1.327</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.25008/altifani.v3i1.327">https://doi.org/10.25008/altifani.v3i1.327</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Muhajir, M., Akib, H., &amp; Niswaty, R. (2023). Transformasi digital pada Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng [Digital transformation at Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Regional General Hospital, Bantaeng Regency]. Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 129–139. https://doi.org/10.25008/altifani.v3i1.327</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R15">
        <label>15</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Munawaroh</surname>
              <given-names>S. M.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Permanasari</surname>
              <given-names>V. Y</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Telemedicine pada layanan tuberkulosis (literature review) [Telemedicine in tuberculosis services: A literature review]</article-title>
          <source>Jurnal Informatika Terpadu</source>
          <year>2023</year>
          <volume>9</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>1</fpage>
          <lpage>9</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.54914/jit.v9i1.626</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.54914/jit.v9i1.626">https://doi.org/10.54914/jit.v9i1.626</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Munawaroh, S. M., &amp; Permanasari, V. Y. (2023). Telemedicine pada layanan tuberkulosis (literature review) [Telemedicine in tuberculosis services: A literature review]. Jurnal Informatika Terpadu, 9(1), 1–9. https://doi.org/10.54914/jit.v9i1.626</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R16">
        <label>16</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Pawitra</surname>
              <given-names>A. A.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Yulianto</surname>
              <given-names>F. A.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Romadhona</surname>
              <given-names>N</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Gambaran kejadian diare pada balita usia 0–60 bulan di Jawa Barat berdasarkan analisis data Riskesdas 2018 [Diarrhea among children aged 0–60 months in West Java based on analysis of 2018 Riskesdas data]</article-title>
          <source>In Bandung Conference Series: Medical Science</source>
          <year>2025</year>
          <volume>5</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>263</fpage>
          <lpage>270</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.29313/bcsms.v5i1.16453</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.29313/bcsms.v5i1.16453">https://doi.org/10.29313/bcsms.v5i1.16453</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Pawitra, A. A., Yulianto, F. A., &amp; Romadhona, N. (2025). Gambaran kejadian diare pada balita usia 0–60 bulan di Jawa Barat berdasarkan analisis data Riskesdas 2018 [Diarrhea among children aged 0–60 months in West Java based on analysis of 2018 Riskesdas data]. In Bandung Conference Series: Medical Science, 5(1), 263–270. https://doi.org/10.29313/bcsms.v5i1.16453</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R17">
        <label>17</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Pebriani</surname>
              <given-names>T. D.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Yuliza</surname>
              <given-names>E.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Syifah</surname>
              <given-names>N</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PHBS cuci tangan mempengaruhi angka kejadian diare: Handwashing PHBS affects the incidence of diarrhea</article-title>
          <source>Journal of Nursing Education and Practice</source>
          <year>2022</year>
          <volume>1</volume>
          <issue>3</issue>
          <fpage>88</fpage>
          <lpage>92</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.53801/jnep.v1i3.57</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.53801/jnep.v1i3.57">https://doi.org/10.53801/jnep.v1i3.57</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Pebriani, T. D., Yuliza, E., &amp; Syifah, N. (2022). PHBS cuci tangan mempengaruhi angka kejadian diare: Handwashing PHBS affects the incidence of diarrhea. Journal of Nursing Education and Practice, 1(3), 88–92. https://doi.org/10.53801/jnep.v1i3.57</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R18">
        <label>18</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>N. D.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Novelia</surname>
              <given-names>S.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Ariesta</surname>
              <given-names>E. M</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Factors associated with the incidence of diarrhea among children</article-title>
          <source>Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ)</source>
          <year>2024</year>
          <volume>4</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>110</fpage>
          <lpage>118</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.53713/nhsj.v4i1.349</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.53713/nhsj.v4i1.349">https://doi.org/10.53713/nhsj.v4i1.349</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Putri, N. D., Novelia, S., &amp; Ariesta, E. M. (2024). Factors associated with the incidence of diarrhea among children. Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ), 4(1), 110–118. https://doi.org/10.53713/nhsj.v4i1.349</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R19">
        <label>19</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Rahman</surname>
              <given-names>N.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Bahri</surname>
              <given-names>S.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Juharni</surname>
              <given-names>J</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Implementasi kebijakan E-Kinerja dalam meningkatkan kinerja aparatur sipil negara pada UPT Puskesmas Bara-Baraya [Implementation of the E-Kinerja policy to improve civil servants’ performance at Bara-Baraya Community Health Center]</article-title>
          <source>Paradigma Journal of Administration</source>
          <year>2024</year>
          <volume>2</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>14</fpage>
          <lpage>18</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.35965/pja.v2i1.4601</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.35965/pja.v2i1.4601">https://doi.org/10.35965/pja.v2i1.4601</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Rahman, N., Bahri, S., &amp; Juharni, J. (2024). Implementasi kebijakan E-Kinerja dalam meningkatkan kinerja aparatur sipil negara pada UPT Puskesmas Bara-Baraya [Implementation of the E-Kinerja policy to improve civil servants’ performance at Bara-Baraya Community Health Center]. Paradigma Journal of Administration, 2(1), 14–18. https://doi.org/10.35965/pja.v2i1.4601</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R20">
        <label>20</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Rumintjap</surname>
              <given-names>F. M.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Wahyudi</surname>
              <given-names>A.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Meher</surname>
              <given-names>C.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Yuliana</surname>
              <given-names>D.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Yuwanto</surname>
              <given-names>L</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Patient experience: Innovating the application of LAFKI concept in person-centred care at healthcare facilities</article-title>
          <source>Formosa Journal of Science and Technology</source>
          <year>2024</year>
          <volume>3</volume>
          <issue>4</issue>
          <fpage>641</fpage>
          <lpage>670</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.55927/fjst.v3i4.8843</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.55927/fjst.v3i4.8843">https://doi.org/10.55927/fjst.v3i4.8843</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Rumintjap, F. M., Wahyudi, A., Meher, C., Yuliana, D., &amp; Yuwanto, L. (2024). Patient experience: Innovating the application of LAFKI concept in person-centred care at healthcare facilities. Formosa Journal of Science and Technology, 3(4), 641–670. https://doi.org/10.55927/fjst.v3i4.8843</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R21">
        <label>21</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Saputra</surname>
              <given-names>A.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Hajar</surname>
              <given-names>S.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>M. T</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis kebijakan kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Puskesmas di Kota Medan [Analysis of health policies to improve the quality of community health center services in Medan City]</article-title>
          <source>Kebijakan: Jurnal Ilmu Administrasi</source>
          <year>2024</year>
          <volume>15</volume>
          <issue>2</issue>
          <fpage>210</fpage>
          <lpage>227</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.23969/kebijakan.v15i02.10182</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.23969/kebijakan.v15i02.10182">https://doi.org/10.23969/kebijakan.v15i02.10182</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Saputra, A., Hajar, S., &amp; Sari, M. T. (2024). Analisis kebijakan kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Puskesmas di Kota Medan [Analysis of health policies to improve the quality of community health center services in Medan City]. Kebijakan: Jurnal Ilmu Administrasi, 15(2), 210–227. https://doi.org/10.23969/kebijakan.v15i02.10182</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R22">
        <label>22</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Unilawati</surname>
              <given-names>P.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Widanti</surname>
              <given-names>N. P. T.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Utari</surname>
              <given-names>N. D</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Efektivitas program vaksinasi retrovirus dan PCV di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Timur [Effectiveness of the retrovirus and PCV vaccination program at East Denpasar District Health Office’s UPTD Puskesmas II]</article-title>
          <source>Jurnal Widya Publika</source>
          <year>2024</year>
          <volume>12</volume>
          <issue>2</issue>
          <fpage>129</fpage>
          <lpage>147</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.70358/widyapublika.v12i2.1314</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.70358/widyapublika.v12i2.1314">https://doi.org/10.70358/widyapublika.v12i2.1314</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Unilawati, P., Widanti, N. P. T., &amp; Utari, N. D. (2024). Efektivitas program vaksinasi retrovirus dan PCV di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Timur [Effectiveness of the retrovirus and PCV vaccination program at East Denpasar District Health Office’s UPTD Puskesmas II]. Jurnal Widya Publika, 12(2), 129–147. https://doi.org/10.70358/widyapublika.v12i2.1314</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R23">
        <label>23</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Wahyuni</surname>
              <given-names>&amp; Erlianti</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan di UPT Puskesmas Medang Kampai Kota Dumai [Community perceptions of service quality at Medang Kampai Community Health Center, Dumai City]</article-title>
          <source>Jurnal Niara</source>
          <year>2024</year>
          <volume>17</volume>
          <issue>2</issue>
          <fpage>271</fpage>
          <lpage>279</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31849/niara.v17i2.22342</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.31849/niara.v17i2.22342">https://doi.org/10.31849/niara.v17i2.22342</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Wahyuni, &amp; Erlianti. (2024). Persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan di UPT Puskesmas Medang Kampai Kota Dumai [Community perceptions of service quality at Medang Kampai Community Health Center, Dumai City]. Jurnal Niara, 17(2), 271–279. https://doi.org/10.31849/niara.v17i2.22342</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R24">
        <label>24</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Wiliyanarti</surname>
              <given-names>P.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Rauf Elvandi</surname>
              <given-names>M.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Wulandari</surname>
              <given-names>Y</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Case study: Implementation of health education on clean and healthy living behavior (PHBS) in families with toddlers suffering from diarrhea</article-title>
          <source>Health and Technology Journal (HTechJ)</source>
          <year>2024</year>
          <volume>2</volume>
          <issue>6</issue>
          <fpage>612</fpage>
          <lpage>619</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.53713/htechj.v2i6.244</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.53713/htechj.v2i6.244">https://doi.org/10.53713/htechj.v2i6.244</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Wiliyanarti, P., Rauf Elvandi, M., &amp; Wulandari, Y. (2024). Case study: Implementation of health education on clean and healthy living behavior (PHBS) in families with toddlers suffering from diarrhea. Health and Technology Journal (HTechJ), 2(6), 612–619. https://doi.org/10.53713/htechj.v2i6.244</mixed-citation>
      </ref>
      <ref id="R25">
        <label>25</label>
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name name-style="western">
              <surname>Wiliyanarti</surname>
              <given-names>P.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Wulandari</surname>
              <given-names>Y.</given-names>
            </name>
            <name name-style="western">
              <surname>Nasrullah</surname>
              <given-names>D</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Determination of indicators in the information system development for monitoring and evaluating nutritional interventions for stunting children</article-title>
          <source>Health and Technology Journal (HTechJ)</source>
          <year>2023</year>
          <volume>1</volume>
          <issue>5</issue>
          <fpage>540</fpage>
          <lpage>546</lpage>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.53713/htechj.v1i5.113</pub-id>
          <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.53713/htechj.v1i5.113">https://doi.org/10.53713/htechj.v1i5.113</ext-link>
        </element-citation>
        <mixed-citation>Wiliyanarti, P., Wulandari, Y., &amp; Nasrullah, D. (2023). Determination of indicators in the information system development for monitoring and evaluating nutritional interventions for stunting children. Health and Technology Journal (HTechJ), 1(5), 540–546. https://doi.org/10.53713/htechj.v1i5.113</mixed-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
